Jumat, 08 Januari 2016

HATI-HATI !!! Ransomware Teslacrypt baru datang dalam lampiran email .zip

SECURITY BREAKING NEWS !!!
Para pengguna komputer Indonesia harap berhati-hati khususnya jika menerima email yang disebarkan pada minggu ke dua Desember 2015 yang mengandung lampiran .zip dan jika dimekarkan akan menjalankan javascript yang ditengarai menjalankan varian ransomware baru. Adapun contoh email yang datang seakan-akan sebagai korespondensi atas tagihan yang salah dikirimkan (lihat gambar 1). Namun email tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga penerimanya akan mengklik lampiran yang diberikan dan kemungkinan besar akan mengaktifkan ransomware baru yang saat ini belum terdeteksi oleh program antivirus.
Gambar 1, Ransomware yang datang bentuk javascript yang dikompres .zip

Email akan datang dalam format sebagai berikut :

Dear Client,

This e-mail is pursuant to your contract with Foreman&Clark Ltd. for our services date November 15, 2015 for the amount of $8,860.
Your failure to pay as per the December 1, 2015 invoice equals to the breach of our contract.

Please, acknowledge the receipt of this e-mail within three business days. Please, make your payment to the corresponding account, stated in the invoice attached no later than January 2, 2016.
In case you fail to respond to this e-mail we well be compelled to pursue all the necessary legal actions.

Thank you beforehand for your attention to this case.
Looking forward to hearing back from you.

Sincerely,
Bryon Mcmahon
Sales Manager

Foreman&Clark Ltd.
256 Raccoon RunSeattle,
WA 98101

Dengan lampiran yang bernama “copy_invoice_(angkaacak).zip” yang jika dimekarkan akan membuka secara otomatis file javascript (lihat gambar 2)
Gambar 2, Lampiran .zip yang sebenarnya script downloader Javascript

Menurut pengamatan Vaksincom, bagi orang awam email ini kemungkinan besar akan di identifikasi sebagai email yang salah kirim oleh penerima email. Yang menjadi masalah, yang berpotensi menjadi korban justru orang yang baik hati yang mengira email ini salah kirim dan ingin membantu. Karena dalam email tersebut berisi ancaman jika email tidak di balas maka pengirim email akan melakukan tindakan hukum (legal action). Jika penerima berbaik hati membuka email ini dan ingin mengetahui sebenarnya apa yang terjadi, maka ia akan mengaktifkan ransomware ini dan dalam waktu yang tidak lama file-file penting di komputernya dan di folder open share akan terenkripsi dan ia akan menerima pesan sebagai berikut (lihat gambar 3)
Gambar 3, Permintaan tebusan setelah Teslacrypt menjalankan aksinya mengenkripsi data komptuer korbannya

Sebenarnya javascript yang terkandung dalam lampiran tidak mengandung ransomware, namun sekali dijalankan ia akan menghubungi situs malware yang telah dipersiapkan :

softextrain6*.com
myextern**ip.com - 78.47.139.10*
kochstudiomaash**.de 213.185.88.13*

yang akan mengunduh ransomware yang telah dipersiapkan.

Menurut analisa yang dilakukan oleh Lab Vaksincom, aksi yang akan dilakukan oleh javascript terlampir jika dijalankan adalah :
  • Melakukan request http untuk memastikan malware terhubung ke internet
  • Mencari alamat IP eksternal yang telah ditentukan
  • Melakukan proses dengan waktu tunda yang panjang, kemungkinan besar dilakukan untuk mengelabui proses analisa malware.
  • Mencuri informasi rahasia dari peramban lokal seperti kredensial username dan password.
  • Setelah berhasil menghubungi situs yang telah dipersiapkan, akan mengeksekusi proses dan menginjeksikan kode yang telah dipersiapkan pada saat unpacking.
  • Menginstalkan dirinya pada autorun di Windows startup.

Vaksincom menyarankan anda untuk selalu berhati-hati dan tidak sembarangan menjalankan lampiran dalam bentuk apapun, sekalipun dari orang yang anda kenal. Untuk menghindari resiko data di enkripsi ransomware sebaiknya anda menghindari full sharing data anda dan selalu backup data anda secara teratur dan simpan secara terpisah / offline.
Sumber: http://www.vaksin.com/1215-teslacrypt-by-javascript

Komentar: 
Hati-hati bila mendapat email dari orang tidak dikenal yang mengandung lampiran .zip pada minggu kedua Desember 2015. Ransomware jenis terbaru bernama teslacrypt akan menjalankan sebuah file javascript yang akan menghubungi situs malware yang telah disediakan. Saat javascript ini berjalan maka dalam waktu yang tidak lama file-file penting di komputernya dan di folder open share akan terenkripsi. 

Age of Ransomware

Selain menginspirasi pembuat bom di salah satu mal di Serpong sebagai sarana untuk menerima uang tebusan yang sangat sulit di lacak, Bitcoin secara de facto memang menjadi mata uang yang banyak digunakan untuk mendukung transaksi kriminal atau pencucian uang karena paling sulit di lacak dibandingkan metode pembayaran lainnya. Salah satu penggunaan Bitcoin yang terbanyak terjadi di ranah ransomware dimana mayoritas ransomware saat ini menggunakan Bitcoin sebagai sarana untuk menerima uang tebusan dari korban yang datanya berhasil di enkripsi oleh ransomware tersebut. Ibarat ancaman asap yang menjadi agenda tahunan di Indonesia, Vaksincom secara teratur menerima laporan infeksi ransomware dan permintaan bantuan untuk dekripsi korban ransomware. Ancaman malware di tahun 2015 tetap tinggi dan makin terfokus pada aktivitas monetisasi dari malware, jadi membuat dan menyebarkan malware di tahun 2015 sudah menjadi pilihan model bisnis untuk mendapatkan keuntungan finansial dan terbukti uang yang beredar sangat mencengangkan dimana untuk salah satu ransomware saja, Cryptowall diperkirakan kerugian finansial yang diakibatkan lebih dari 4 triliun rupiah. Untuk malware yang sukses melakukan monetisasi sebenarnya ada dua macam, pertama adalah malware internet banking yang mengandalkan tulang punggung jaringan botnet finansial seperti Zeus Botnet, Swatbanker, Vawtrak, Tinba dan Spyeye. Kategori kedua adalah ransomware. Dari sisi monetisasi, botnet yang mengincar jasa keuangan finansial dalam satu kali menjalankan aksinya biasanya berhasil mengeruk uang yang sangat besar dibandingkan dengan ransomware. Namun resiko yang dihadapi oleh pembobol jasa keuangan ini juga besar karena mereka harus melakukan penarikan atau transfer dana hasil kejahatannya ke rekening bank yang telah dipersiapkan dan jika pelakunya ceroboh atau kurang cepat dalam menjalankan aksinya akan mudah terlacak oleh pihak berwajib. Ransomware, meskipun per transaksi “hanya” menghasilkan 0.5 Bitcoin sampai 4 Bitcoin namun mereka bisa bergerak dalam jangka panjang dengan korban pulhan ribu yang sulit di deteksi atau di tangkap oleh pihak berwajib sekalipun sudah bekerja sama dengan praktisi sekuriti. Hal ini karena mereka selalu berpindah-pindah, memanfaatkan fasilitas anonimitas di internet seperti TOR The Onion Router sebagai jaringan virtual untuk mempersulit pelacakan dan menggunakan Bitcoin sebagai jaringan finansial untuk menerima pembayaran virtual.

Raja Ransomware 2015 ?
Sebenarnya ada puluhan jenis ransomware yang sedang mengganas di dunia dan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna internet tebanyak di dunia tidak luput dari ancaman ini. Setelah era Cryptolocker (jika komputer anda pernah menjadi korban dan datanya dienkripsi oleh cryptolocker dan anda masih menyimpan data yang terenkripsi, hubungi vendor sekuriti anda untuk mendapatkan bantuan dekripsi) yang berhasil dibasmi tuntas dan korbannya berhasil diselamatkan karena kunci dekripsinya dibagikan secara gratis setelah servernya berhasil di kuasai oleh pihak berwajib dan praktisi sekuriti, muncul penerusnya seperti Cryptodefense, Cryptoorbit, Cryptowall, Teslacrypt, Coinvault, PCLocker, Coinlocker, CTB-Locker dan masih banyak ransomware lainnya. Lalu, dari sekian banyak ransomware yang mengancam, ransomware mana yang paling berbahaya ? Jujur saja, kalau bicara berbahaya dapat dikatakan semua ransomware sama bahayanya karena sekali berhasil mengenkripsi data anda maka hampir dapat dipastikan data anda seperti dokumen MS Office, foto, video, desain, database, gambar atau data lainnya tidak akan bisa di buka tanpa kunci dekripsi unik yang hanya dimiliki pembuat malware. Namun, dari sisi penyebaran yang masif dan kemampuan berubah dan menyesuaikan diri dengan pengamanan antivirus, Cryptowall dapat dikatakan sebagai raja ransomware. Cryptowall pertama ditemukan pada bulan Juni 2014 dan sejak saat itu ia terus mengembangkan dirinya dengan varian-varian terbaru guna menghindari deteksi oleh program antivirus. Varian Cryptowall ke tiga terdeteksi menjalankan aksinya pada Januari 2015 sampai memaksa perusahaan sekuriti besar seperti Fortinet, Intel Security, Palo Alto, Symantec, Eleven Paths, ReversingLabs dan Zscaler untuk membuat aliansi khusus menghadapi malware ini dengan nama CTA: Cyber Threat Alliance.

Adapun beberapa fakta menarik tentang Cryptowall yang dipaparkan oleh CTA adalah :
  • Memiliki lebih dari 4.000 varian sampai Oktober 2015.
  • Memiliki lebih dari 800 C&C (Command and Control) URL.
  • Usaha infeksi Cryptowall versi 3 lebih dari 400.000

Dari aksinya, Cryptowall diperkirakan mengakibatkan kerugian finansial lebih dari Rp. 4,2 triliun di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, terdeteksi ada 12 C&C (Command and Control) center dengan total varian 320 Cryptowall sampai akhir Oktober 2015. (lihat gambar 1)
Gambar 1, Cryptowall merupakan raja ransomware dan memiliki 12 C&C di Indonesia

LowLevel04, ransomware bruteforce Terminal Service
Selain Cryptowall, ada satu ransomware baru yang menyebar di akhir Oktober 2015 dengan nama LowLevel04 dan harus diwaspadai oleh pengguna komputer khususnya administrator server yang sering menggunakan Remote Desktop. Malware ini menyebar dengan cara yang unik dan bukan dari website, email atau jaringan intranet seperti ransomware pada umumnya. LowLevel04 menyebar dengan cara bruteforce Terminal Services / RDS dan jika berhasil ia akan melakukan enkripsi pada data komputer korbannya dengan enkripsi AES dan meminta uang tebusan 4 Bitcoin atau sekitar Rp. 13 juta untuk mengembalikan data yang di enkrip. LowLevel04 saat ini masih di operasikan langsung oleh penyerang dan mengincar targetnya yang memiliki kelemahan dalam password Remote Desktop atau Terminal Services. Celakanya, komputer yang banyak menggunakan Remote Desktop adalah komputer dengan OS server dan serangan enkripsi yang sukses terhadap server selain mengakibatkan kerugian finansial secara tidak langsung (jika membayar uang tebusan) tentunya juga mengakibatkan gangguan operasional pada jaringan komputer terhadap perusahaan. Kabar buruknya, teknik enkripsi yang digunakan adalah enkripsi standar RSA-2048 yang jika di implementasikan secara benar akan membuat peluang dekripsi tanpa membayar tebusan menjadi mustahil.

Untuk mencegah hal ini, jika tidak diperlukan sebaiknya RDP dinonaktifkan dan selalu menginstal patch terbaru pada OS anda. Selain itu, beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk mencegah serangan LowLever04 adalah :

  • Pastikan kebijakan lockout password diterapkan, hal ini bisa mencegah aksi bruteforce.
  • Jangan berikan hak instal software pada akun non administrator di terminal server.
  • Monitor server secara teratur dan aktifkan peringatan untuk usaha login yang gagal.
  • Implementasikan T-FA (Two Factor Authentication) untuk semua remote login.

Ancaman ransomware di openshare
Saat ini ransomware merupakan malware yang secara de facto mengancam pengguna komputer Indonesia, khususnya yang menggunakan OS Microsoft Windows. Namun ini tidak berarti pengguna OS lain bebas dari ancaman ini. Hal ini bisa terjadi karena ransomware tidak hanya melakukan enkripsi pada komputer yang terinfeksi namun pada folder yang melakukan open share, khususnya yang memiliki hak akses full sharing akan tetap di enkrip. Jadi sekalipun anda tidak menggunakan OS yang terinfeksi ransomware namun melakukan sharing dengan pengguna lain di jaringan dimana direktori / file yang anda bagikan memberikan hak full kepada anggota jaringan untuk membaca, mengkopi dan mengubah data pada direktori tersebut, maka jika ada komputer yang terinfeksi ransomware, data pada direktori yang anda share akan ikut dienkripsi. Satu-satunya cara untuk meminimalisir kerugian atas aksi enkripsi oleh ransomware adalah jangan melakukan sharing dengan hak full dan melakukan backup data penting anda secara teratur pada media yang terpisah / offline. Offline untuk data backup diperlukan karena sekalipun anda melakukan backup, ancaman ransomware tetap mengancam karena banyak ransomware yang melakukan enkripsi data yang sudah di backup.

Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada Vaksincom, apa yang harus dilakukan dengan file yang terenkrip dan anda tidak rela / ingin membayar ransom ? Apakah sebaiknya komputernya di format dan datanya dihapus saja ?

Saran Vaksincom, jika anda menjadi korban ransomware, segera matikan komputer anda dan putuskan dari jaringan supaya tidak menyebar. Jangan instal antivirus / scan karena antivirus kemungkinan menghapus jejak / identitas ransomware yang sangat diperlukan dalam identifikasi dan recovery (jika memungkinkan). Hubungi vendor sekuriti anda untuk melakukan langkah terbaik.
Untuk data yang terenkripsi, jika anda tidak memiliki backupnya, anda bisa menyimpan data yang terenkripsi tersebut di dalam DVD Rom atau harddisk sambil berdoa pembuat ransomware ini insyaf seperti pembuat Locker atau tertangkap seperti pembuat Cryptolocker dan servernya yang berisi key dekripsi berhasil diakses oleh pihak berwenang dimasa depan. Jika doa anda terkabul, key tersebut akan dibagikan secara gratis oleh pihak yang berwajib atau praktisi sekuriti seperti dalam kasus Cryptolocker yang bisa di dekrip dari situs www.decryptolocker.com.
 
Sumber: http://www.vaksin.com/1215-evaluasi-malware-2015-ransomware
 
Komentar:
Pada tahun 2015 seiring dengan perkembangan cryptocurrency yang semakin cepat, monetisasi malware atau penyebaran malware dengan tujuan meraup untung dari korbannya juga semakin marak. Salah satu monetisasi malware yang paling terkenal di tahun 2015 adalah ransomware. Ransomware adalah sebuah software yang 'menyandra' / menencrypt data-data korbannya dan meminta tebusan berupa uang / bitcoin. Setelah korban membayar pada pembuat ransomware, maka pembuat ransomware akan memberikan key dekripsi yang bisa digunakan untuk mendecrypt data-data korban.
Untuk meminimalisir kerugian atas aksi enkripsi oleh ransomware adalah jangan melakukan sharing dengan hak full dan melakukan backup data penting anda secara teratur pada media yang terpisah / offline. Offline untuk data backup diperlukan karena sekalipun anda melakukan backup, ancaman ransomware tetap mengancam karena banyak ransomware yang melakukan enkripsi data yang sudah di backup.

Facebook Porn 2016: Pencuri password dengan iming2 pornografi

Salah satu momen yang menjadi favorit dari para kriminal dalam menyebarkan malware atau phishing adalah saat dimana para administrator kurang siaga. Itulah sebabnya banyak malware disebarkan pada akhir minggu (weekend) dengan pertimbangan para administrator yang berjaga sedang libur atau setidaknya lebih rendah kesiagaannya dibandingkan hari kerja biasa dan dampak dari penyebaran malware tentu akan lebih maksimal dibandingkan dengan hari biasa. Hal ini makin menjadi-jadi pada saat-saat libur panjang seperti libur akhir tahun 2015 dimana selain mendapatkan bonus macet total belasan jam hanya untuk menempuh jarak Jakarta Bandung, ternyata juga mendapatkan posting porno Facebook yang menurut pantauan Vaksincom dapat dikategorikan kedalam dua tujuan. Yang pertama adalah untuk mencuri password akun Facebook dan satunya lagi untuk mendapatkan keuntungan finansial dari aktivitas iklan. Tema posting tidak jauh-jauh dari sex dan pornografi seperti yang tampak pada gambar 1 di bawah ini.
Gambar 1, Posting pornografi Facebook mencari korban

Sebagai catatan, view sebanyak 1,853,567, 9074 Like dan 6789 Share pada posting Facebook yang diberikan di atas adalah palsu dan hanya merupakan gambar yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

Menggunakan pemendek tautan (URL Shortener)
Jika tautan tersebut di klik, pembuat posting porno ini cukup cerdik untuk tidak langsung menghubungkan dengan situs jahat yang telah dipersiapkan, melainkan menghubungkan dengan pemendek tautan (url shortener) yang telah dipersiapkan.
Salah satu tautan yang diberikan adalah http://tinyurl.com/julyrle yang jika di klik akan mengarah ke :
https://femfu.com/ref.php?time=6383734373437303331423642364633363346393730323446383636473437343235463336363236473837383738373437373D356D69647F3078607E2665627F2D6F636E25766D65666F2F2A33707474786

dan di forwardkan ke situs 

http://clip-hott.cf/xxxtw/ yang telah dipersiapkan.
Saat ini situs tersebut telah di nonaktifkan, namun berdasarkan data dari Lab Vaksincom pada saat posting ini diluncurkan, situs tersebut yang bertujuan untuk mencuri password akun Facebook dari korbannya. (lihat gambar 2)
Gambar 2, Situs phishing memancing korbannya untuk memberikan kredensial Facebook dan mencuri akun Faceook korbannya

Jika korbannya terpancing untuk memasukkan kredensialnya, akun tersebut akan langsung digunakan untuk melakukan posting tautan dengan berbagai gambar porno seperti pada gambar 1 di atas dan selain membuat malu pemilik akun tentunya juga tidak menutup kemungkinan akun yang memiliki nilai ekonomi tinggi akan dieksploitasi.

Tema Lokal dan mengincar Android
Pembuat pishing ini rupanya juga memantau perkembangan berita lokal dan tidak mau ketinggalan menggunakan nama selebriti terkenal yang sedang ngetop. Selain itu, OS yang di incar juga telah menyesuaikan diri dimana phishing Facebook ini juga telah disiapkan untuk platform mobil. (lihat gambar 3).
Gambar 3, Posting phishing menyesuaikan diri dengan perkembangan terkini dan disesuaikan untuk OS Android

Menurut pengetesan Vaksincom, ada dua jenis phishing yang beredar dimana yang pertama bertujuan untuk mencuri kredensial Facebook korbannya seperti pada gambar 4 di bawah ini.
Gambar 4, Tautan phishing pencuri password yang telah dipersiapkan

Dimana jika korbannya ingin melihat video yang telah dipersiapkan maka ia perlu memasukkan kredensial (username dan password) Facebooknya. Jika diperhatikan dengan seksama, permintaan kredensial Facebook tersebut muncul dari situs videox3.com dan bukan dari Facebook dan dapat dipastikan jika korban memasukkan kredensial Facebook tentunya akan didapatkan oleh phisher.
Sedangkan jenis phishing kedua yang ditemui oleh Lab Vaksincom tidak jauh-jauh dari motif ekonomi untuk mendapatkan kuntungan dari iklan dimana jika di klik akan menampilkan pesan seolah-olah sistem / aplikasi Android anda bermasalah atau kurang sempurna dan anda digiring untuk menginstal aplikasi tertentu yang telah dipersiapkan (lihat gambar 5).
Gambar 5, Iklan pop up yang telah dipersiapkan untuk mendapatkan keuntungan dari iklan

Umur pendek dan korban terbesar dari Indonesia
Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah posting phishing yang dilakukan akan berumur pendek namun dilakukan berulang-ulang dengan berbagai pemendek tautan yang berbeda yang telah dipersiapkan untuk mengantisipasi blokir oleh administrator Facebook. Setiap kali satu tautan dipersiapkan akan diusahakan menghasilkan klik sebanyak mungkin. Sebagai gambaran, salah satu tautan yang dipantau lab Vaksincom menghasilkan klik sebanyak 39.401 klik dan kabar buruknya adalah, 22.880 klik atau sebanyak 57,8 % berasal dari Indonesia (lihat gambar 6).
Gambar 6, 22.880 klik atau lebih dari 57 % korban phishing berasal dari Indonesia

Preventif
Sebagai penutup, Vaksincom menyarankan anda para pengguna media sosial khususnya Facebook untuk berhati-hati dan tidak memasukkan sembarangan kredensial anda. Tingkatkan keamanan akun Facebook anda dengan mengaktifkan T-FA Two Factor Authentication dan yang tidak kalah penting adalah amankan kredensial email yang anda gunakan untuk membuat akun Facebook tersebut. Jangna sekali-kali menggunakan kredensial (password) yang sama untuk layanan internet yang berbeda. Untuk menjaga keamanan akun dan memudahkan anda dalam menyimpan password, pertimbangkan untuk menggunakan program password manager seperti Keepass Password Safe (gratis) yang akan menyimpan semua kredensial anda yang berbeda-beda dalam keadaan terenkripsi dan anda hanya perlu mengingat satu password master.
Sumber: http://www.vaksin.com/0116-facebook-porn-2016
Komentar:
Pencurian akun facebook dengan menggunakan iming-iming konten pornografi terus terjadi di tahun 2016. Para pembuat program ini biasanya menyiapkan sebuah gambar yang terlihat seperti konten video facebook yang sesungguhnya namun saat gambar tersebut di klik pengguna akan diarahkan ke halaman lain dan menyuruh pengguna memasukkan id dan password facebook mereka. Sistem operasi yang diincar tidak hanya sistem operasi desktop seperti windows tapi juga sistem operasi android pada smartphone. Untuk lebih menarik minat pengguna, si pembuat program biasanya akan menggunakan tema lokal yang sedang menjadi hits. Hampir 57% korban dari program ini berasal dari Indonesia. Oleh karena itu pengguna sebaiknya tidak membuka konten-konten yang mencurigakan di Facebook.

Adware, penguasa tangga malware 2015 Top 10 Adware / PUP 2015

Ransomware boleh menjadi raja malware di tahun 2015, tetapi jika melihat pemeringkatan malware berdasarkan jumlah insiden yang terjadi setiap bulan yang menjadi penguasa sama sekali bukan ransomware tetapi Adware. Adware sesuai namanya Advertising Software pada awalnya diciptakan untuk mengkomunikasikan produk / layanan, namun dalam perkembangannya lebih banyak dimanfaatkan untuk aktivitas negatif seperti menampilkan iklan dengan paksaan atau tipuan dan konten yang tidak terkontrol seperti menampilkan konten dewasa, tidak pantas atau malah mengarahkan pada instalasi malware. Ada kategori baru dari Adware yang disebut PUP Potentially Unwanted Program, sesuai namanya program ini kemungkinan besar tidak diinginkan oleh pengguna komputer namun ibarat tamu tidak diundang dengan tidak tahu malunya ia akan menumpang di komputer anda. Caranya adalah dengan menginstalkan dirinya bersama dengan freeware populer yang banyak digunakan oleh pengguna komputer.

Adware, PUP Potentially Unwanted Program
Jika kita melihat statistik Malware Information Initiative MII yang diberikan oleh G Data https://www.gdatasoftware.com/securitylabs/statistics yang mendapatkan data dari komunitas pengguna antivirus G Data di seluruh dunia yang bersedia berpartisipasi dan secara otomatis mengirimkan secara anonim data malware yang dihentikan oleh G Data. Terbukti bahwa Adware memang menjadi penguasa tangga malware dunia dan Indonesia. (lihat gambar 1)
Gambar 1, Adware / PUP secara jumlah mengalahkan kategori malware lain di 2015 dan merajai tangga malware 2015

Dan Top 10 malware yang dihentikan mencakup 44,16 % dari total jenis malware yang memang sangat bnayak variannya. Adapun ke 10 Adware yang pelru di waspadai dan aksinya yang merugikan dapat di lihat pada uraian di bawah ini :
  1. Adapun yang menjadi raja Adware adalah Script.Adware.DealPly.G yang menginstalkan dirinya bersama dengan freeware lain. DealPly (24,51 %) sendiri adalah add on pada peramban dan ia akan berusaha menampilkan iklan yang pada setiap halaman situs yang dikunjungi oleh pengguna komputer.
  2. Setelah DealPly, bercokol di peringkat 2 Script.Application.Plush.D yang datang dalam bentuk Javascript dan di instalkan oleh Gen.Adware.Plush.1 yang dalam menjalankan aksinya akan menginjeksikan peramban yang digunakan guna menampilkan iklan dan banner.
  3. Lalu Script.Adware.Vbates.A juga seperti PUP yang akan di instalkan oleh installer pihak ketiga lain. Dalam menjalankan aksinya ia akan menampilkan iklan produk alternatif setiap kali pengguna komputer berminat melakukan belanja online.
  4. Win32.Application.OpenCandy.G adalah aplikasi yang berjalan di Windows 32 bit dan masuk ke dalam kategori PUP karena menginstalkan dirinya bersama dengan program freeware populer seperti PDF Reader, DVD Player, archiver dan program lainnya. Opencandy akan mengubah setelan peramban anda, situs awal peramban dan setelan mesin pencari yang sedang digunakan. Ia akan mengarahkan korbannya ke situs yang tidak diinginkan dan menampilkan iklan pop up guna mendapatkan keuntungan finansial.
  5. Script.Spyware.Skrum.A adalah add on pada peramban Mozilla Firefox yang akan menginstalkan dirinya tanpa izin. Ia akan memata-matai pengguna Firefox eperti melaporkan add on apa saja yang digunakan pada peramban Firefox tersebut.
  6. Adware.BrowseFox.BU adalah PUP yang mengincar peramban Internet Explorer dan Google Chrome. Ia akan menginstalkan dirinya sebagai Add ons lalu memulai aksinya seperti mengubah start page, default search engine dan setting sekuriti pada peramban. Ketika peramban digunakan ia akan menginjeksikan Javascript guna menampilkan iklan yang menguntungkan dirinya.
  7. Adware.Agent.PJT merupakan PUP yang diinstalkan oleh Opencandy yang akan berusaha mengubah start page dan settingan mesin pencari guna menampilkan iklan yang menguntungkan dirinya. Lebih jauh lagi ia akan berusaha mengontrol trafik jaringan dan di desain sedemikian rupa agar sulit dibasmi (uninstal) dari komputer. Beberapa contoh software yang mengandung Agent.PJT adalah : Market Research Helper, Smarter Power, Common Share, Mega Browse, Jump Flip, Bring Star, Smarter Power dan Wise Enhance.
  8. Win32.Adware.Iobit.A adalah jenis Scareware. Ia akan menakut-nakuti pengguna komputer korbannya dengan menampilkan informasi palsu seakan-akan komputer tersebut mengandung banyak malware dan mencoba meyakinkan korbannya untuk membeli pembersih malware buatannya untuk membersihkan malware yang sebenarnya tidak ada.
  9. Win32.Application.OpenCandy.O adalah varian lain dari Opencandy yang termasuk dalam kategori PUP dan mendapatkan keuntungan finansial dari menampilkan iklan pop up yang tidak diinginkan. Seperti varian OpenCandy lainnya ia juga akan mengubah setting mesin pencari dan halaman awal peramban.
  10. Gen.Adware.BrowseFox.1 adalah PUP yang akan menumpang freeware lain guna menginstalkan dirinya pada komputer korban. Ia akan menyarukan dirinya sebagai program Market Research Helper, Swift Browse, Browser Helper, Common Share, Mega Browse, Special Box, Net Crawl, Clear Think, Jump Flip, Bring Star, Smarter Power, Wise Enhance, Enter Digital, Framed Display, Digi Help, Rock Turner dan Infinet. Ia akan menginstalkan dirinya sebagai Add ons pada tiga peramban populer seperti Internet Explorer, Firefox dan Google Chrome. Selain itu ia juga akan berusaha menginstalkan dirinya sebagai local proxy, services dan driver.

Meskipun secara per jumlah infeksi ancaman PUP / Adware mengalahkan ancaman lain seperti Ransomware, Trojan Internet Banking atau SocialMalware, namun dampak kerugiannya biasanya tidak langsung terasa oleh korbannya karena mengakibatkan kerugian jangka panjang yang kemungkinan tidak disadari oleh korbannya, namun secara tingkat kerugian dalam banyak kasus tidak kalah besar daripada kerugian yang diakibatkan oleh ketiga jenis malware di atas.
Biasanya, target utama yang diincar oleh PUP / Adware adalah mendapatkan keuntungan dari iklan yang tampil. Caranya cukup beragam, dari menampilkan pop up yang tidak diinginkan dan menjengkelkan sampai dengan mengubah hasil pencarian dengan menampilkan lebih banyak pemasang iklan yang memberikan keuntungan pembuat toolbar. Dalam jangka panjang, kerugian atas pengalihan informasi yang yang dialami oleh pengguna komputer bisa lebih tinggi daripada penghematan membeli aplikasi sekuriti / antivirus yang tidak memasangkan toolbar.
Bahaya lain yang lebih besar dari PUP / Adware ini adalah toolbar yang mengarahkan pada infeksi malware, baik disengaja demi mendapatkan keuntungan finansial dari komputer pengguna toolbar atau yang tidak disengaja seperti kecerobohan dalam coding toolbar yang mengakibatkan program jahat lain bisa menguasai sistem pengguna toolbar.
Celakanya, metode PUP / Adware ini justru digunakan oleh beberapa aplikasi sekuriti sebagai model bisnis untuk mendapatkan basis pengguna yang besar guna mendapatkan keuntungan finansial. Metode yang biasa digunakan adalah dengan memberikan aplikasi sekuriti gratis dan kompensasi pengguna aplikasi tersebut diminta menginstal toolbar di perambannya. Beberapa pembuat aplikasi bergerak lebih jauh lagi, selain menawarkan aplikasi sekuriti, pembuat aplikasi menawarkan aplikasi lain seperti peramban / browser dengan klaim peramban tersebut lebih baik dan lebih cepat, anda bisa bayangkan, kalau menginstalkan toolbar saja sudah termasuk kategori berbahaya karena berpotensi mengubah hasil pencarian dan mengarahkan ke situs yang kurang terpercaya, apalagi sampai anda menggunakan peramban yang dikeluarkan oleh perusahaan yang terindikasi memanfaatkan teknik PUP / Adware, artinya semua data dan aktivitas internet anda berada di tangan perusahaan pembuat peramban tersebut untuk dieksploitasi.

Sumber: http://www.vaksin.com/1215-adware-pup-2015
Komentar:
Adware merupakan peringkat teratas dalam pemeringkatan malware berdasarkan jumlah insiden yang terjadi setiap bulan. Adware sesuai namanya Advertising Software pada awalnya diciptakan untuk mengkomunikasikan produk / layanan, namun dalam perkembangannya lebih banyak dimanfaatkan untuk aktivitas negatif seperti menampilkan iklan dengan paksaan atau tipuan dan konten yang tidak terkontrol seperti menampilkan konten dewasa, tidak pantas atau malah mengarahkan pada instalasi malware. Meskipun dampak langsungnya tidak separah ransomware atau jenis-jenis malware yang lain, namun adware sangat perlu diwaspadai karena cukup mengganggu dan bias menimbulkan dampak jangka panjang.

Selasa, 05 Januari 2016

Kalimat Efektif

A. Pengertian Kalimat Efektif Adalah (Beserta Contoh Lengkap)


Senin, 04 Januari 2016

Contoh Kalimat Perhubungan Makna Sinonim, Hiponimi, Homonimi, Polisemi, dan Antonimi.

1. Kalimat sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contohnya adalah kata “ Menakjubkan dan Mempesona”.
Contoh kalimat : “Pemandangan pantai di pulau Dewata Bali terlihat sangat Menakjubkan dan Mempesona.”
2. Kalimat Hiponimi
Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim
Contohnya adalah kata “rasa”. Kata rasa meliputi manis, pahit, asam, dan asin.
Contoh kalimat nya : “Buah jeruk milik paman Jaka mempunyai dua rasa yang berbeda yaitu manis dan asem”.
3. Kalimat Homonimi
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Contohnya adalah kata “mental” dalam arti mental (kepribadian ) dengan kata mental ( terpelanting ).
Contoh kalimat nya : 
 •Anak itu memiliki mental yang kuat.
 •Dodi mental ke aspal jalanan setelah terjatuh dari motornya.
4. Kalimat polisemi
Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata “kepala” dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.
Contohnya adalah kata “Bau”.
Contoh kalimat nya :
 •”Bau masakan ibu membuatku sangat lapar”.
 •”Roni dijauhi oleh temen – temannya kaena bau badanya.”.
5. Kalimat Antonimi
Perhubungan makna yang terdapat antara sinonimi, homonimi, hiponimi, atau [polisemi, bertalian dengan kesamaan-kesamaan; antonimi, sebaliknya, dipakai untuk menyebut makna-makna yang berlawanan. Bentuk-bentuk seperti laki-laki, hidup, gadis, masing-masing berantonim dengan perempuan, mati, dan janda. Dan kata-kata yang berlawanan makna itu disebut mempunyai perhubungan yang bersifat antonimi atau dengan kata lain Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contohnya adalah kata “jauh dan dekat”.
Contoh kalimat nya : “Walaupun ia jauh di pulau Batam tetapi terasa dekat dihati.”
 
Sumber: http://faizalabbassulaiman.blogspot.co.id/2015/12/contoh-kalimat-perhubungan-makna.html

Membuat Surat Undangan Rapat Dosen Bahasa Indonesia

UNIVERSITAS GUNADARMA
Kampus D, Jl. Margonda Telp. (021) 8710561 Fax. (021) 8727541
KOTA DEPOK
Kode Pos 16951
_____________________________________________________________________________
25 November 2015
No.                  : -
Perihal             : Undangan Rapat
Lampiran         : -
Dengan Hormat,
Sehubungan  dengan akan diselenggarakannya acara rapat yaitu acara “Pembahasan kurikulum Bahasa indonesia”, yang akan dilaksanakan di Gedung Universitas Gunadarma .
Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami mengundang seluruh dosen Bahasa Indonesia Universtias Gunadarma guna mengikuti pada rapat acara sebagaimana telah disebutkan diatas pada pokok surat undangan yang akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal              : Rabu, 25 November 2015.
Tempat                         : Auditorium Universitas Gunadarma gedung 4 lt.6 Depok.
Waktu                           : 09.00 WIB – selesai.
Demi kelancaran acara rapat  yang akan di selenggarakan yaitu “Pembahasan Kurikulum bahasa Indonesia “, kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu selaku dosen Universitas Gunadarma.

     Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian serta kehadiran pada acara tersebut, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,                                                                                                         Mengetahui,
Edy Prihantoro                                                                              Prof.Dr.E.S Margianti. SE..MM
(Koordinator Mata Kuliah)                                                                (Rektor Univ. Gunadarma)