Kamis, 19 November 2015

Wacana yang membedakan pemanfaatan Bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah.

Wacana Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. adapun pengertian lain tentang kara ilmiah dimana dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Contoh Wacana Ilmiah :

Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.

Wacana Semi Ilmiah adalah wacana yang karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non ilmiah. Contoh artikel, editorial, opini, feuture, reportase.
Contoh Wacana Semi Ilmiah :

Opini Tentang Pendidikan
Pendidikan adalah sebuah tahapan terukur untuk menggapai level kehidupan sosial yang lebih baik. Tanpa pendidikan sulit bagi siapapun untuk dapat memperbaiki level kehidupan yang mereka tempati karena minimnya bekal atau landasan akademis dimana hal tersebut sangat dibutuhkan oleh manusia dalam proses menuju tempat yang lebih baik.
Jika kita melihat ke sekeliling kita, realitanya memang tidak semua orang yang memiliki background pendidikan baik bisa meraih kesuksesan. Dan disisi lain, banyak juga sekumpulan orang tanpa riwayat pendidikan yang baik justru bisa menikmati level kehidupan yang lebih mapan, namun secara teori orang yang dibekali dengan ilmu jauh lebih berpeluang untuk menjadi orang berhasil.
Segala sesuatu membutuhkan proses, dan selama proses tersebut sedang berjalan manusia diharuskan untuk memperkaya diri dengan bekal-bekal atau landasan yang dapat mengarahkan mereka pada keberhasilan, dan disinilah fungsi pendidikan akan memberikan andil untuk membantu manusia menuju jenjang keberhasilan yang diimpikannya.
Teori adalah sebuah tolak ukur untuk menganalisa sejauh mana seseorang dapat melangkah. Takdir Tuhan memang senantiasa menyertai kehidupan manusia, namun terlepas dari ketentuan takdir, manusis dituntut untuk memperkaya ilmu guna memudahkan perjalanannya untuk menuju gerbang kesuksesan. Dengan mengikuti proses pendidikan, maka manusia akan diberikan bimibingan, dorongan, teori, dan sejumlah hal prioritas yang mereka perlukan.

Wacana Non Ilmiah , yang termasuk wacana non ilmiah adalah anekdot,dongeng,hikayat,cerpen,novel,dan drama.
contoh Wacana Non Ilmiah :

Belalang

Di dalam sebuah taman bunga, terdapat seekor belalang yang suka menyanyi dan menari. Ia berasa gembira kerana dapat hidup di dalam taman yang indah itu. Di dalam taman itu terdapat juga berbagai-bagai jenis bunga seperti bunga raya, mawar, dahlia, kenanga, melur dan cempaka. Taman bunga itu berwarna-warni dan harum. Tiap-tiap hari, belalang akan menyanyi dan menari. Ia akan melompat dari satu pokok ke pokok yang lain. Belalang mempunyai ramai teman di dalam taman itu. Ada rama-rama, kumbang, lebah dan semut. Mereka dapat tinggal di taman itu. Mereka sering bermain dan menyanyi bersama-sama.

Pada suatu hari, belalang mencari kesemua rakan-rakannya untuk bermain tetapi mereka semua sedang sibuk mencari makanan dan berpindah untuk berlindung sebelum musim hujan tiba. Belalang tidak percaya hujan akan tujun sebentar lagi. Ia asyik menyanyi dan menari sendirian. Setelah lama menyanyi, belalang pulang ke rumah dan tidur kerana keletihan. Hujan turun dengan lebat lalu belalang terbangun. Ia berasa sangat lapar tetapi di rumahnya tiada makanan.

“ Bila hujan berhenti bolehlah saya mencari makanan,” katanya dalam hati. Belalang berbaring semula dan tertidur. Apabila dia terjaga, hujan tetap turun dengan lebat. Belalang berasa menyesal kerana tidak mengikut nasihat rakannya untuk mencari makanan sebelum musim hujan. Akhirnya belalang jatuh sakit. Rakan-rakan belalang tidak mengetahui keadaan belalang yang sakit. Apabila hujan berhenti,lebah teringat akan belalang. Dia keluar dari sarangnya dan pergi ke rumah belalang. Ia amat terperanjat melihat belalang yang terlantar di atas katil di rumah.

“Saya akan membawa makanan,” kata lebah kepada belalang apabila melihat belalang terlalu lemah dan pucat. Lebah mencari semut dan rakannya yang lain untuk menolong belalang. Akhirnya belalang sembuh dan sihat. Belalang insaf dan sering mendengar nasihat daripada rakannya.

sumber: 
https://muhammadfikriacil.wordpress.com/2014/11/21/wacana-pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/
http://ceritakanak2.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar